HEADLINELampung Utara

PPWI LAMPUNG UTARA DUKUNG PINJAMAN PEMKAB UNTUK PEMBANGUNAN, KETUA NOPRIYANTO: “RAKYAT BUTUH PEMBANGUNAN”

49
×

PPWI LAMPUNG UTARA DUKUNG PINJAMAN PEMKAB UNTUK PEMBANGUNAN, KETUA NOPRIYANTO: “RAKYAT BUTUH PEMBANGUNAN”

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG UTARA (HP) – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Lampung Utara melalui Ketuanya Nopriyanto menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemkab Lampung Utara dalam mengembangkan daerah, termasuk melalui langkah pengajuan dana pinjaman kepada PT SMI sebesar Rp 150 miliar yang direncanakan dengan matang demi mendongkrak ekonomi rakyat.(16-05-2026)

‎”Kita dukung pinjaman tersebut, karena Lampung Utara memiliki banyak jalan yang berlubang dan rusak sehingga memerlukan anggaran yang tidak sedikit untuk perbaikan,” tegas Nopriyanto dalam keterangannya.

‎Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan di daerah ini sangat memprihatinkan. “Mulai dari ujung desa hingga dalam kota, jalan-jalan utama maupun sekunder dalam kondisi rusak. Pemkab memang sangat membutuhkan dana untuk pembangunan, karena infrastruktur yang baik adalah dasar utama bagi kemajuan perekonomian rakyat,” tambahnya.

‎Pernyataan dukungan ini muncul setelah adanya desakan dari Fraksi Gerindra di DPRD Lampung Utara untuk meminta pimpinan parlemen daerah melakukan kajian ulang terhadap rencana pinjaman yang akan diajukan Pemkab. Namun, PPWI Lampung Utara mengemukakan bahwa keprihatinan tersebut tidak boleh menghambat langkah pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

‎”Kita mengimbau agar desakan untuk kajian ulang tidak menghambat proses pembangunan. Jangan diindahkan jika hal itu hanya membuat proses menjadi lambat, karena rakyat butuh pembangunan yang menjadi prioritas utama bagi perekonomian daerah,” jelas Nopriyanto.

Bukti urgensi perbaikan jalan juga terlihat dari peristiwa di kecamatan bukit kemuning dan terbaru di kelurahan Sribasuki, dimana warga terpaksa melakukan patungan untuk menutup jalan berlubang yang sudah lama tidak diperbaiki. Kondisi jalan yang buruk tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari dan pergerakan barang serta jasa di wilayah tersebut.

‎”Saat ini warga bahkan harus keluar biaya sendiri untuk memperbaiki jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan pembangunan infrastruktur di Lampung Utara,” pungkas Nopriyanto.

Editor : Agung

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!