“Kenapa Oknum yang Tak Mendukung Saat Pilkada Masih Dilantik?”
LAMPUNG UTARA (HP) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook milik Jamesbon (juga dikenal sebagai Jeme Besak Dikebon) menjadi sorotan publik setelah mengangkat isu penetapan jabatan Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing dinas di Lampung Utara. Menurutnya, proses roling kedua yang dilakukan beberapa waktu lalu seharusnya menjadi momen sejarah dalam penataan kepegawaian daerah. Jum’at 15 Mei 2026.
Dalam unggahannya, Jamesbon mengingatkan kembali tentang perjuangan dalam Pilkada 2024 yang melahirkan kepemimpinan Bupati Harli yang menjabat saat ini. Menurutnya, perjuangan tersebut lahir dari niat tulus, loyalitas, dan komitmen seluruh relawan serta tim pendukung yang bekerja keras untuk memenangkan Harli dalam pemilihan kepala daerah tersebut.
Namun, ia juga menyinggung adanya catatan hitam dalam masa kampanye Pilkada, dimana banyak oknum pejabat di Lampung Utara yang secara terang-terangan tidak mendukung Harli. Bahkan, mereka dinyatakan rela mengeluarkan biaya dan tenaga untuk menjadi lawan politik saat kontestasi pemilu daerah berlangsung.
Beberapa pertanyaan tajam diajukan oleh Jamesbon terkait penetapan jabatan yang baru dilakukan:
1. “Dan kenapa orang-orang ini masih lolos dilantik dan tidak diberikan sangsi Penurunan Pangkat, agar ada Efek jera?”
Menurutnya, kelangsungan jabatan bagi pejabat yang dinyatakan tidak mendukung selama Pilkada menjadi pertanyaan besar mengingat kontribusi mereka yang tidak sejalan dengan kepemimpinan saat ini.
2. “Apakah di Tim Harli gak ada sosok yang bisa jadi pejabat?”
Ia mengajukan dugaan bahwa terdapat banyak sumber daya manusia yang telah berjuang bersama selama Pilkada dan layak untuk ditempatkan pada posisi penting di dinas-dinas daerah.
3. “Apakah plt. Kepala BKSDM pura-pura Lupa, tidak melaporkan hal ini kepada pimpinan, atau ada apanya?”
Jamesbon juga mengpertanyakan peran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Lampung Utara terkait proses penetapan jabatan yang dilakukan.
Menurut dia, kondisi ini telah menimbulkan kekecewaan yang mendalam di kalangan relawan dan tim pendukung yang telah berjuang selama Pilkada. “Dan seandainya saja hari Ini bukan Harli yang jadi bupati mungkin surat pengajuan pindah banyak diajukan,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Sebagai pesan moral, Jamesbon menuliskan: “untuk mengisi kemerdekaan yang sudah raih ini, jangan pernah ajak orang yang tidak ikut berjuang bersama kita menikmati kemerdekaan ini.”
Unggahan tersebut telah mendapatkan berbagai tanggapan dari warganet, sebagian menyetujui pandangan yang disampaikan, sementara sebagian lainnya mengingatkan agar proses penataan kepegawaian tetap berdasarkan prinsip profesionalisme dan kompetensi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemkab Lampung Utara maupun Kepala BKSDM terkait pertanyaan yang diajukan oleh Jamesbon.
Editor : Agung
(Tim/Red)












