DAERAHHEADLINE

Kantor Baru Kejari OKI Disebut Termegah di Sumsel, Publik Menunggu Pembuktian Lewat Pemberantasan Korupsi

12
×

Kantor Baru Kejari OKI Disebut Termegah di Sumsel, Publik Menunggu Pembuktian Lewat Pemberantasan Korupsi

Sebarkan artikel ini

Kayuagung – (HP) Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., saat meresmikan kantor baru dan gedung baru Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ilir (OKI), menyebut kantor baru Kejari tersebut sebagai kantor Kejari termegah di Sumatera Selatan. Pernyataan tersebut menjadi simbol apresiasi atas hadirnya kantor baru dan gedung baru yang megah dan representatif sebagai penunjang tugas penegakan hukum. Namun bagi masyarakat, kemegahan kantor baru dan gedung baru itu diharapkan sejalan dengan semakin kuatnya upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten OKI. Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Kejari OKI memang menangani sejumlah perkara korupsi, di antaranya kasus dugaan penyalahgunaan Pendapatan Asli Desa (PAD) Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp9,6 miliar. Dalam perkara tersebut, Kejari telah menetapkan beberapa tersangka dan menyatakan masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Selain itu, pada 2025 Kejari OKI juga menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) OKI Tahun Anggaran 2022 dengan nilai kerugian negara lebih dari Rp1,1 miliar. Memasuki 2026, Kejari OKI kembali menangani dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada salah satu bank BUMN yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp9,56 miliar. Tiga tersangka telah ditetapkan dan proses hukum masih terus berjalan, termasuk upaya pemulihan kerugian negara. Di sisi lain, penyidik Kejari OKI juga tengah mengusut dugaan korupsi belanja sarana dan prasarana RSUD Kayuagung. Dalam proses penyidikan, penyidik telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting sebagai bagian dari pengumpulan alat bukti. Publik juga menaruh perhatian pada pengembangan perkara dugaan suap, gratifikasi, dan penerimaan hadiah dalam pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) di Kantor KUPP Kelas III Sungai Lumpur, Kabupaten OKI. Penyidikan yang dilakukan Kejati Sumsel bersama Kejari OKI masih terus berlangsung dan disebut masih terbuka kemungkinan adanya pengembangan terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Dengan berbagai perkara yang sedang berjalan tersebut, masyarakat berharap keberadaan kantor baru dan gedung baru yang disebut sebagai kantor Kejari termegah di Sumatera Selatan benar-benar menjadi simbol lahirnya penegakan hukum yang lebih tegas, profesional, transparan, dan berintegritas. Bagi publik, ukuran keberhasilan institusi penegak hukum bukan hanya kemegahan kantor baru dan gedung baru, tetapi keberanian mengusut tuntas setiap dugaan korupsi, memulihkan kerugian negara, dan memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum. (Jul PPWI/Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!