MAGELANG (HP) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia (AMPETRA) Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pendowo 08, Gus Imam, menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Umum sekaligus Direktur AMPETRA, Ir. Azhar. Pertemuan strategis berlangsung di Kantor DPW AMPETRA Jawa Tengah, beralamat di Jalan Jogja–Magelang KM 11, Jetak, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Minggu (24/6/2026).
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPW AMPETRA Jawa Tengah dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMPETRA Kabupaten Magelang, menjadi momen penting untuk menyatukan visi antara pimpinan pusat dan pengurus di tingkat wilayah serta daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Azhar memberikan pengarahan mendalam terkait arah kebijakan organisasi ke depan. Ia secara tegas mendorong seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, serta menegakkan prinsip bahwa setiap kegiatan pertambangan tradisional harus berlandaskan aturan hukum yang berlaku dan menjunjung tinggi prinsip pelestarian lingkungan hidup.
“Pengurus di setiap tingkatan harus menjadi garda terdepan dalam mengawal organisasi. Kekuatan AMPETRA terletak pada kepatuhan, sinergi, dan kemampuan memberikan perlindungan serta solusi nyata bagi anggotanya. Kami mendorong agar seluruh kegiatan usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam agar manfaatnya bisa dirasakan hingga ke generasi mendatang,” jelas Ir. Azhar dalam paparannya.
Menanggapi arahan tersebut, Gus Imam menyambut baik kehadiran pimpinan pusat dan menyampaikan sikap serta rencana kerja nyata yang akan segera dijalankan di wilayah Jawa Tengah. Pernyataan ini ia sampaikan tegas mewakili seluruh pengurus dan anggota di bawah naungan kepemimpinannya.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan arahan langsung dari Bapak Waketum. Arahan ini menjadi pedoman jelas dan peta jalan bagi kami semua. Saya tegaskan, baik selaku Ketua DPW maupun Ketua Umum Pendowo 08, kami siap bergerak, menyatukan langkah, dan menjalankan sepenuhnya amanah yang diberikan.
Kami akan terus mendorong seluruh pengurus dan anggota untuk memperkuat struktur organisasi, memperdalam pemahaman terhadap regulasi pertambangan, serta memastikan setiap kegiatan usaha yang dijalankan tetap tertib, beretika, dan sangat menjaga kelestarian lingkungan. Kami memahami bahwa kekuatan organisasi ada di akar rumput. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong semangat kebersamaan, sinergi, dan pelayanan terbaik agar AMPETRA semakin kokoh, memiliki posisi tawar yang kuat, dan benar-benar menjadi wadah perlindungan hukum serta peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat penambang tradisional. Kami pastikan langkah konkret ini akan kami wujudkan, dan apa yang dilakukan di Jawa Tengah bisa menjadi contoh positif bagi daerah lain demi kemajuan bersama,” tegas Gus Imam.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka, di mana para pengurus menyampaikan berbagai tantangan dan kondisi riil di lapangan. Pertemuan ini menjadi bukti nyata adanya komunikasi dua arah yang sehat, transparan, dan berimbang antara pimpinan pusat dengan jajaran di wilayah, demi mewujudkan visi besar AMPETRA sebagai organisasi yang kuat, berwibawa, dan bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
(Mustika Wati)












