Bandar LampungHEADLINELampung UtaraWay Kanan

Berkedok Jasa Transportasi,Pak Kapolri Mohon Tangkap SOB CS dan Firhan di Duga Otak Pungli Armada Batu Bara Wilayah Lampung

84
×

Berkedok Jasa Transportasi,Pak Kapolri Mohon Tangkap SOB CS dan Firhan di Duga Otak Pungli Armada Batu Bara Wilayah Lampung

Sebarkan artikel ini

Lampung (HP) Diduga SOB Cs yang tergabung dalam empat nama merupakan dalang Pungli Armada Angkutan Batu Bara yang melintas di Wilayah Lampung mulai dari perbatasan Martapura, Way kanan dan Lampung Utara. Miris, kegiatan ini menjadi ladang subur bagi para oknum – oknum pelaku pungli dalam kelompok itu salah satunya terdapat oknum dari institusi militer aktif berinisial (CN) berdinas di Lampung.
Sabtu (23/05/2026).

Kegiatan dugaan pungli ini terbilang rapih dan terstruktur,mulai dari pendataan setiap kendaraan muatan batu bara yang berasal dari sumatera selatan (Sumsel) memasuki wilayah lampung tepatnya di kabupaten way kanan harus merogoh kocek Rp.2,2 juta dalam satu kendaraan sekali melintas melalui via transfer atau secara cas di pos yang berkedok jasa transpotasi.

Kemudian di duga, uang – uang hasil pungli tersebut mengalir ke pos pos berkedok jasa transpotasi mulai pos di kabupaten way kanan maupun yang mengatasnamakan pos Gemas – Lu di kabupaten lampung utara yang di kendalikan oleh oknum Firhan.

Setelah Aksi Damai penolakan melintasnya armada ODOL Batu bara yang di lakukan Gemas – LU di Desa Muara Aman Kecamatan Bukit Kemuning, tidak lama kemudian Firhan selaku kordinator mengundurkan diri, di balik itu ternyata kebusukan dan kelicikan oknum Firhan menjalin komunikasi ke oknum SOB menjual melandaskan nama masyarakat yaitu Gemas – LU untuk mengambil meraup uang keutungan secara pribadi di duga uang hasil pungli dari angkutan batu bara.

Gemas – Lu hanya gerakan spontan yang bersifat aksi damai penolakan armada batu bara ODOL, namun kelicikan oknum pirhan ini seolah Gemas – Lu ini gerakan yang bebadan hukum, di buktikan dengan surat pengunduran dirinya secara tertulis yang di sampaikan ke berbagai pihak seolah dia tidak lagi tergabung dalam Gemas – LU namun di belakang ia menerima aliran dana mengatasnamakan Gemas – Lu secara rutin dari SOB CS di way kanan.

Hal tersebut diketahui saat perwakilan masyarakat Lampung Utara bertemu dengan oknum berinisial SOB di Martapura Oku Timur Sumsel pada 24 april 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut oknum SOB membeberkan bahwa mereka menyalurkan dana ke lampung Utara dengan nominal Rp 300 ribu dalam per unit armada angkutan batu bara yang melintas di Lampung Utara.

Termasuk Rp 100 ribu per unit untuk Gemas – Lu mengalir ke oknum Firhan yang berdomisili di Lampung Utara mengaku selaku Ketua Kordinator Aksi GEMAS – LU.

Aksi Damai Penolakan Armada Angkutan Batu Bara Over Dimesion Over Loading (ODOL) yang di lakukam GEMAS Kabupaten Lampung Utara Jumat (25/5/2025) di komandoi oleh Firhan.

Dalam pertemuan tersebut SOB juga menjelaskan yang mana saat ini sudah ada perubahan dalam penyaluran melalui satu pintu untuk lampung utara.

Oknum Firhan walaupun sudah beberapa kali di hubungi melalui telepon selulernya tidak merespon walau posisi aktif.

Terpisah, Secara tegas Candra Guna.SH selaku Praktisi Hukum mengatakan,” Berkaitan dengan adanya informasi oknum yang membekingi armada batu bara yang melintasi jalan nasional lintas tengah sumatera di wilayah kabupaten way kanan dan kabupaten lampung utara yang berinisial SOB menyatakan bahwa ada jatah uang dari armada batu bara sebesar RP.250.000,- permobil, kami sebagai masyarakat lampung utara menuntut kepada inisial SOB tersebut untuk membuktikan ucapannya, kalau memang ada bukti transfer rekening, kita meminta bukti transfer ke rekening tersebut dan siapa oknum yang menerima uang sebesar RP 250.000,-,kalau memang benar pernyataan SOB itu,tutupnya.

Diminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Bapak Kapolri dan Komisi III DPR RI dapat mengusut tuntas terhadap oknum – oknum yang patut di duga pelaku pungli SOB CS serta Firhan diduga dalang Pungli lampung utara yang mengatasnamakan masyarakat yang telah melakukan kegiatan penarikan sejumlah uang di luar ketentuan yang berlaku dari armada batu bara setiap melintas di wilayah lampung.

(Tim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*0 Rupiah APBD! Aksi Nyata Bupati Cerdas Radityo Egi Boyong Event Nasional, Rakyat Lampung Selatan Nikmati “Event Sultan” Gratis* *DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda* – Deru mesin mobil-mobil bertenaga tinggi memecah keheningan akhir pekan di Way Handak Expo, Lampung Selatan. Asap mengepul dari gesekan ban di atas aspal, diiringi tepuk tangan riuh ribuan pasang mata yang memadati arena. Akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (23-24 Mei 2026), sejarah baru dicetak: Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ajang balap drifting bergengsi nasional, resmi mengaspal untuk pertama kalinya di Pulau Sumatra. Namun, di balik megahnya panggung otomotif dan decak kagum penonton, ada satu fakta menarik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Sinergi besar yang mendatangkan ribuan pengunjung ini terwujud dengan angka yang mengejutkan bagi anggaran daerah, 0 Rupiah APBD. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi. Melalui strategi kolaborasi taktis lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggandeng pihak swasta, komunitas, dan berbagai stakeholder untuk mendanai penuh seluruh rangkaian acara. Dampaknya instan, namun manfaatnya 100 persen langsung dirasakan oleh masyarakat kebanyakan. “Untuk event ini tidak menggunakan APBD sama sekali, 0 Rupiah APBD. Dan khusus untuk masyarakat Lampung Selatan, kita gratiskan,” ujar Radityo Egi di tengah keriuhan sirkuit Way Handak Expo, di Kalianda, Sabtu (23/5/2026). Langkah Egi mencerminkan potret pemimpin masa kini yang tidak hanya mengandalkan kantong negara, melainkan bertindak sebagai fasilitator yang cerdas. Menghadirkan kompetisi sekelas IDS tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, dengan meyakinkan pihak swasta bahwa Lampung Selatan adalah pasar yang seksi dan siap berkembang, beban finansial itu bergeser dari APBD menjadi investasi kolaboratif. Keputusan menggratiskan tiket masuk bagi warga lokal terbukti menjadi magnet yang kuat. Sektor ekonomi mikro yang biasanya bergerak lambat, mendadak melesat dalam waktu dua hari. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengungkapkan bahwa dampak dari event ini langsung menyentuh urat nadi perekonomian daerah. Pariwisata bergeliat, dan sektor akomodasi mendapat berkah instan. “Ini bukan sekadar meningkatkan daya tarik wisata. Kemarin kita juga sudah berdiskusi dengan beberapa tamu yang datang, dan ternyata tingkat hunian hotel kita sudah full booked. Ini menjadi salah satu peluang besar yang berhasil kita tangkap,” ungkap Tri. Tri menambahkan, keberhasilan IDS ini merupakan manifestasi nyata dari konsep kerja sama pentahelix. Di mana pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media bergerak bersama dalam satu irama. “Terima kasih untuk IDS dan pihak swasta. Ini benar-benar contoh konkret bagaimana kita bisa menghadirkan acara besar lewat kolaborasi erat,” lanjutnya. Di sudut tribun penonton, senyum semringah tak dapat disembunyikan dari wajah Riki (30). Warga Kecamatan Katibung ini sengaja datang sejak pagi demi menyaksikan pembalap idolanya beraksi. Baginya, kenyataan bahwa acara ini gratis adalah berkah tersendiri di tengah situasi ekonomi yang menantang. “Ini keren banget, asli! Apalagi gratis untuk masyarakat. Dari sini kita bisa lihat kalau pemerintah daerah itu cerdas, bisa merangkul swasta dan komunitas buat bikin acara berkelas nasional tanpa harus buang-buang uang rakyat,” kata Riki bangga. Dampak ekonomi yang masif juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara. Siska (24), salah seorang warga Kalianda, menyebutkan bahwa perputaran uang di sekitar Way Handak Expo meningkat tajam. “Hotel-hotel ramai, lapak UMKM juga penuh pembeli. Sebagai warga, saya berharap kegiatan kreatif seperti ini sering-sering diadakan lagi di Kabupaten Lampung Selatan. Terbukti menghibur dan membantu ekonomi kecil,” tutur Siska. Melalui raungan mesin drifting di Way Handak Expo, Radityo Egi Pratama tidak hanya memberikan hiburan berkelas dunia bagi warganya secara Cuma-cuma. Lebih dari itu, ia telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru daerah: dengan kreativitas dan sinergi yang tepat, membangun daerah tidak selalu harus menguras dompet negara. (Kmf)
HEADLINE

*DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda* (HP) – Deru mesin mobil-mobil…

error: Content is protected !!