Lampung utara (HP) 2-agustus-2025 Sabtu pagi yang ceria berubah menjadi ajang pamer otot yang penuh tawa di Willy’s Gym, Lampung Utara. Dengan semangat satu tujuan: sehat jasmani dan rohani, para peserta berkumpul untuk senam bareng dan rebutan doorprize spesial — khusus untuk mereka yang berotot besar dan gagah.
Namun, acara yang direncanakan penuh keringat dan semangat itu malah jadi panggung komedi tak terduga.
Sebut saja Kiay Eka, wartawan dari salah satu media ternama di Lampung Utara, tampil percaya diri. Ototnya luar biasa — bukan hanya di tangan dan dada, tapi juga di perut… meski agak mirip otot perut yang sudah ‘beristirahat lama’. Lalu hadir pula Agung Subara, pengusaha oksigen O₂ yang juga ikut ambil bagian. Sayangnya, ototnya lebih cocok disebut otot kenangan, besar tapi tidak jelas kapan terakhir dipakai angkat beban.
Doorprize yang sedianya dibagikan untuk peserta paling berotot akhirnya batal total. Bukan karena pesertanya kurang kuat, tapi karena tak satu pun bisa menandingi pemilik Willy’s Gym sendiri. Bagaimana mau dikalahkan? Setiap hari ngangkat besi, push-up sambil minum protein shake, dan katanya, tidur pun sambil plank!
Sunandar, salah satu peserta yang katanya sudah mirip Herkules versi Lampura, tampak kecewa berat. Ia yakin dirinya pantas menang — hingga dewan juri (yang cuma satu orang, yaitu Willy sendiri) melihat ada kejanggalan. Otot kaki Sunandar besar sebelah. Kiri seperti betis kuda, kanan seperti paha ayam. Alhasil, ia didiskualifikasi dengan alasan “tidak seimbang secara spiritual dan visual.”
Acara pun ditutup dengan tawa, foto bersama, dan janji manis dari Willy: “Tahun depan, doorprize-nya khusus buat yang ototnya simetris dan bisa ngelawak!”
Begitulah cerita Sabtu pagi penuh otot, tawa, dan harapan palsu di Willy’s Gym. Sampai jumpa di lomba cuci tangan berotot berikutnya!
#Ayoo Semangaat 45












