Lampung utara (HP) – Terkait berita yang beredar berjudul “Program Revitalisasi SMP ASY-SYIFA DARUSSALAM Diduga Tidak Mematuhi Juknis Revitilisasi 2025” dalam pelaksanaan pembagunan tersebut menghabiskan Dana: RP.1.274.464.000,- .Sumber Dana Bantuan : APBN Tahun Anggran 2025 yang diduga para pekerja tukang maupun kenek tersebut tidak memakai alat pengaman (K3) Keselamatan dan Kesehatan kerja (11/09/2025)
Saat Dikompirmasi, Bowo Laksono selaku Kepala sekolah SMP ASY-SYIFA DARUSSALAM mengatakan “ Kalau keterkaitan APD itu, anggaran Cuma satu juta sembilan ratus untuk APD,itu sudah ril, Itu yang ditetapkan oleh Konsultan, kenapa seperti itu, setelah bimtex berubah lagi anggan-anggaran nya, karna disesuaikan dengan anggaran dipusat, dana nya berubah. Untuk diketahui setiap sekolah itu anggaran nya tidak sama. Terkait APD, Sudah dibelikan kepada para pekerja tukang dan kenek dari 30 orang pekerja tukang dan kenek tapi tidak semua dibelikan, karna dana nya tidak cukup. Kata kepala sekolah Bowo Laksono.
Selajutnya, “Seperti pembangunan WC tempat saya itu, didalam Rab tidak ada talang sudah mepet dengan tembok, sudah saya belikan untuk talang nya, contoh lagi, setelah saya buka RAB ternyata di kamar mandi itu ada pembelian uliner yang harganya kalau didalam RAB hanya.850.000 sampai 900.000,- mau ngk mau saya beli, saya tanya keliling tidak ada harga.850.000 sampai 900.000,-., Adanya harga 1.500.000,- bagaimana cara nya kami itu ada dua yang dibeli,itu yang membuat saya agak pusing, bisa tanyalah sama konsultan nya.nombok itu lebih banyak saya. Saya tanya kekonsultan bisa dialihkan ngk pak. Tidak bisa pak”.Terang nya Bowo
Terkait honor para pekerja 30 orang terdiri para pekerja tukang dan kenek, tukang dibayar 150.000 dan kenek 120.000. “Disini pak sudah segitu kalau tidak segitu tidak dapat tukang pekerja didalam RAB Hanya 125.000,- karna pelaksaan terlalu cepat, kami harus kejar target dan dan ini saya sudah obrolkan dengn konsultan bahwa semua tidak ketemu, nanti kami buat laporan secara tertulis dan ada berita acara dikarnakan itu ada nama nya ADENDUM”.tutur nya
Ditempat yang sama Panitia kepala TEKNIS, Bapak Selamet mengatakan. “kenapa Langsung buatkan berita gelapkan dana seperti itu. Berita itukan ngk enak dibacanya kalau cari makan itu yang enak-enak saja pak, jangan seperti itu langsung nuduh,saya ini sudah umur 54 thun, jangan gitu lah.siapapun boleh kesini untuk koreksi saya pun senang. Tapi saya juga mengingatkan jangan asal asalan naikin berita, buat berita baik baik saja. Kana kita akan ketemu lagi dan bareng minum kopi. Terkait APD para tukang kami sudah dibelanjakan memang tidak semua para pekerja tukang, kami disini orang sini dan walau kami bekerja cepat tidak asal asalan jadi.” Pungkas nya
Tunggu EDISI Berikutnya
(Tim/Red)












