HEADLINELampung Utara

SEMUAREI’AN ADAT RATU KANCA MARGA DAN PANGERAN MULIA DIGELAR DI DESA KOTA NAPAL

71
×

SEMUAREI’AN ADAT RATU KANCA MARGA DAN PANGERAN MULIA DIGELAR DI DESA KOTA NAPAL

Sebarkan artikel ini

Bunga Mayang (HP), 20 Juli 2025 – Masyarakat adat Lampung di Kecamatan Bunga Mayang kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga tradisi dan warisan leluhur melalui kegiatan Semuarei’an Adat yang digelar secara khidmat di Desa Kota Napal, Minggu (20/07/2025).

Prosesi adat kali ini melibatkan dua tokoh penting masyarakat, yakni Bapak Romli, S.Kom., S.H., M.H. yang dikukuhkan dengan gelar Ratu Kanca Marga, dan Bapak Syahrial Efendi Aura dengan gelar Pangeran Mulia. Keduanya berasal dari lingkungan adat yang memiliki peran penting dalam struktur kemasyarakatan dan penguatan nilai-nilai adat di Lampung Utara.

Acara adat yang sarat makna ini merupakan simbol pengakuan dan pengukuhan hubungan persaudaraan, penghormatan antarmarga, serta bagian dari keluhuran sistem adat Lampung, khususnya Saibatin dan Pepadun. Prosesi Semuarei’an menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya luhur dari generasi ke generasi dalam bingkai persatuan dan kekeluargaan.

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Drs. H. Lekok, M.M., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang menunjukkan dukungan nyata terhadap eksistensi dan pelestarian tradisi adat Lampung di tengah arus modernisasi.

Turut mendampingi pula para tokoh adat, camat Bunga Mayang, kepala desa, tokoh agama, dan masyarakat setempat yang memadati lokasi kegiatan. Suasana berlangsung penuh kekeluargaan, disertai dengan ritual adat, penyambutan, prosesi pemberian gelar, serta jamuan adat sebagai simbol penerimaan dan kesatuan antarpihak yang terlibat.

Kegiatan seperti ini menjadi wujud konkret keberlanjutan identitas kultural masyarakat Lampung Utara, serta cerminan dari nilai-nilai luhur seperti musyawarah, persaudaraan, dan gotong royong yang tetap dijaga hingga kini. Pemerintah Daerah senantiasa mendorong agar warisan budaya ini terus tumbuh, hidup, dan dikenali oleh generasi muda sebagai bagian dari jati diri daerah.

(**_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!