Lampung Utara (HP) –– Kementerian pekerjaan umum perumahan rakyat, nama paket PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS SIMP. KOTA KOTABUMI (KLP. TUJUH) – TERBANGGI BESAR volume Pekerjaan, 7,23 Kilometer.detail lokasi Lampung Utara Pekerjaan Kontruksi, Nilai Pagu 97.498.173.000,- tahun 2025 begitu pula Uraian Pekerjaan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS BUKIT KEMUNING – TERBANGGI BESAR Volume Pekerjaan, 29.66 Kilometer. Detail lokasi, kabupaten Lampung Utara.Nilai Pagu, 7.801.866.000,- serta Satuan Kerjav PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH II PROVINSI LAMPUNG Uraian Pekerjaan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS SP. EMPAT – BUKIT KEMUNING Volume Pekerjaan 4,28 Kilometer, detail lokasi Lampung Utara pgu rp, 61.413.155.000,- Tahun 2025 diduga di Mark Up saat pengerjaannya. (22/03/2025)
Dari pantauan dan penelusuran awak media ini,” pekerjaan tambal sulam tersebut. diduga, banyak volume yang tidak dikerjakan oleh pekerja. Begitu pula pekerjaan tidak mengunakan mekanisme pekerjaan seperti di dek dipetak dan disiram memakai kompresor”.
Riko pengawas pekerjaan dari pihak ketiga saat di konfirmasi
“Saya sudah memerintahkan sesuai dengan jumlah juknis pekerjaan namun kepala tukang nya pak selamat tidak mengikuti dan tidak mengindahkan apa yang telah saya katakan. Ujar Riko
Di tempat yang sama kepala tukang pak Selamat. “Perintah pemenang tender pak Guruh, Tidak usah memakai Jek. Cukup di tambal sulam aja, itu sudah cukup. Bener Pak Selamat
Syahrul Ramadhan salah satu masyarakat candimas “Saya sangat menyayangkan pekerjaan tambal sulam ini asal jadi, Saya sedikit banyak mengerti tentang pekerjaan seperti ini. Kami warga bukan nya gak ngerti, Kami diam tapi jangan semau nya”. Kesal Syahrul Ramadhan.
Hingga berita ini diterbitkan tim media masih belum dapat menghubungi atau menemui PPK 25 bernama GURUH dan PPK 23 Fidin yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. dikarenakan jarang terlihat dilokasi pekerjaan guna pengawasan sehingga tidak dapat memberikan informasi dan klarifikasi tentang pekerjaan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS SIMP. KOTA KOTABUMI (KLP. TUJUH) – TERBANGGI BESAR dan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS BUKIT KEMUNING – TERBANGGI BESAR serta Pekerjaan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS SP. EMPAT – BUKIT KEMUNING tersebut.
Selain itu juga, sungguh dimiriskan dengan adanya kontrol sosial atau investigasi dilapangan yang mana masyarakat sangat menginginkan ruas jalan, yang mana sangat di perlukan kenyamanan dan lebih baik lagi” mengingat jalan negara tersebut ,tidak ada hentinya dilintasi oleh armada batubara yang bertonase overload/melebihi kapasitas jalan tersebut” tiba” di santroni oleh Oknum Awak media Dan ormas lainnya” yang menyampaikan bahwasanya ini pekerjaan orang kita, nanti ada utusan yang datang untuk bertemu dengan kalian ” ungkapnya terburu-buru dikarenakan mereka ada giat di provinsi.
Dengan adanya temuan diurai diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi dugaan Mark Up proyek dalam pekerjaan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS SIMP. KOTA KOTABUMI (KLP. TUJUH) – TERBANGGI BESAR dan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS BUKIT KEMUNING – TERBANGGI BESAR serta Pekerjaan PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN RUAS SP. EMPAT – BUKIT KEMUNING.
Diharapkan kepada Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan tinggi Lampung dan Kapolda Lampung maupun pusat agar dapat menyelidiki dan menindaklanjuti tentang perbuatan yang diduga merugikan keuangan negara dan membuat kenyamanan masyarakat propinsi Lampung dan kabupaten setempat dalam menggunakan lintas jalan negara tersebut”tutupnya.
(Tim/Red)
Tambal Sulam Ruas Jalan Nasional Lampung Utara Diduga Di Mark Up Berjama’ah












