Peringati HUT ke-77 Republik Indonesia, Pj Wali Kota Tebing Tinggi : Jadikan Momen Untuk Bangkit Meriahkan HUT RI Ke 77 Media Berantas Kriminal Gelar Perlombaan Rakyat PERINGATI HUT KE-77 REPUBLIK INDONESIA, PJ. WALI KOTA TEBING TINGGI : JADIKAN MOMEN UNTUK BANGKIT Sejumlah LSM dan Media Beraliansi Rayakan HUT RI ke 77 Tahun di Kota Tebing Tinggi. Bupati Batanghari Siap Fasilitasi Usulkan Grebek Suro Sridadi Jadi Agenda Tahunan Pemprov Jambi

Home / Berita

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 12:45 WIB

PARSI Sumut Gelar Diskusi Film pada FFP ke-VI 2022 DR Sudibyo JS SSn MSn : Pemda Harus Dukung Perfilman di Medan

Medan-Harianpewarta.Com
Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) Cabang Sumatera Utara telah melaksanakan Festival Film Pelajar (FFP) ke VI-2022 di Amaliun Convention Hal Medan pada Jumat (14/10) lalu.
Acara FFP tersebut bekerjasama dengan SMKN 13 Medan Labuhan.
Pada kesempatan tersebut, Indra Teruna selaku Ketua PARSI Sumut menyebutkan bahwa tujuan Festival itu untuk membangkitkan kembali dunia Perfilman di Sumatera Utara khususnya di Medan, bahkan FFP ini pun telah dilaksanakan secara sederhana demikian juga 10 Film Pelajar terbaik telah diseleksi sedemikian rupa yang diproduksi oleh beberapa SLTA dan SLTP Medan. Sedangkan Juri FFP didatangkan dari Jakarta tokoh Perfilman Nasional Bung DR Sudibyo JS SSn MSn yang juga Dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Pencetus FFP di Indonesia.
“Ya FFP ini sudah yang ke VI kali di selenggarakan di Indonesia, sedangkan jurinya pun kita datangkan dari Jakarta beliau juga pencetus FFP pertama di Indonesia. Untuk tahun ke depannya FFP akan kita buat untuk tingkat Provinsi bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, ” terang Indra kepada Harianpewarta.com

BACA JUGA  Disambut Haru, 91 Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG kembali ke Satuan Kompi Senapan B

Sementara itu pada hari yang sama, Bung DR Sudibyo JS SSn MSn selaku Dosen Perfilman di IKJ beliau juga pencetus FFP pertama di Indonesia mengatakan kepada Harianpewarta.com bahwa Medan berpotensi di dunia Perfilman, baik cerita rakyat yang menaikan kearifan budaya lokal dan dunia pariwisatanya cukup menonjol. Asalkan pihak pemerintah setempat mendukung dunia perfilman di Sumatera Utara khususnya di Medan.

“Medan sangat berpotensi dalam penggarapan perfilman, apalagi bahan baku telah dibuat untuk cerita rakyat selain film pelajar tinggal meramunya saja. Kalau kita mau jadi orang besar berkawanlah dengan orang orang besar yang mampu untuk mendukung memproduksi film kearifan budaya lokal tadi.” Tegas Bung Sudibyo
Hadir pada Diskusi Film diacara FFP tersebut, Kadis Kebudayaan Kota Medan Drs. OK. Zulfi. MSi, Tokoh Seniman Medan, Ketua DKSU Baharuddin Saputra, Sastrawan Medan Porman Wilson Manalu, Seluruh pengurus PARSI Sumut, KFT Sumut, Andika Production dan beberapa pelajar SLTA di Kota Medan.@Tia-Nico
[21/10 19.51] Nico yahya: DR. Sudibyo. JS. SSn. MSn bersama Kadis Kebudayaan Kota Medan Drs. OK. Zulfi. MSi, Tokoh Seniman Medan dan Pengurus KFT Sumut Suhery Sasmita. Pada pelaksanaan Diskusi Film di ruangan VIP Amaliun Convention Hal Medan beberapa waktu lalu.@fototia

BACA JUGA  Wakil Bupati Madina,Atika hadiri dan tutup vestipal nasyid ke 19 Kab Madina.

Share :

Baca Juga

Berita

SMK Neg 13 Medan Labuhan Raih Dua Piala Citra FFP ke-VI 2022 Serta Dua Tropi Perlombaan Akting dan Busana Muslimah

Berita

Mukerwil I PPP Sumut merekomendasikan pencabutan Izin PT. SMGP”

Berita

Bupati Madina Sambangi Pedagang Pasar Lama Panyabungan

Berita

Gaji Pokok Wakil Bupati Madina Diserahkan untuk Pembangunan Masjid

Berita

SMP Neg 3 Labuhan Deli Satu Atap Kab Deliserdang Raih Piala Citra FFP ke VI 2022

Berita

PEMKO TEBINGTINGGI JALIN KERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS TERBUKA

Berita

PANEN PADI BERSAMA, PJ WALI KOTA TEBING TINGGI HARAP DAPAT MENJAGA KESTABILAN HARGA DAN STOK PANGAN

Berita

WUJUDKAN GENERASI EMAS 2045, PLT. SEKDA KOTA TEBING TINGGI TEGASKAN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING Salah satu tantangan pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas untuk mewujudkan generasi emas 2045 adalah stunting. Untuk itu, pencegahan dan penurunan stunting sangat perlu untuk dilakukan dan menjadi program prioritas nasional. Hal ini diungkapkan Plt. Sekda Kota Tebing Tinggi Drs. Bambang Sudaryono saat membuka kegiatan Advokasi dan KIE tentang Promosi dan Kie Pengasuhan 1000 HPK dalam rangka percepatan penurunan stunting 2022, Jumat (14/10/2022) di aula Bappeda Kota Tebing Tinggi. “Mewujudkan generasi emas 2045 merupakan impian Indonesia, diharapkan pada usianya yang ke-100 tahun indonesia dapat memanfaatkan peluang bonus demografi dengan tersedianya sumber daya manusia berkualitas, yakni sumber daya manusia yang sehat, cerdas, kreatif dan berdaya saing,” ujar Plt. Sekda Bambang Sudaryono Lebih lanjut, Plt Sekda Bambang Yudhoyono yang juga merupakan Wakil Ketua I TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kota Tebing Tinggi ini mengatakan bahwa stunting tidak dapat disembuhkan namun dapat dicegah. Untuk itu, menurut Plt. Sekda pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode masa emas perkembangan otak dan pertumbuhan fisik anak. “Salah satunya adalah dengan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai dari masa kehamilan sampai anak berusia 2 tahun, pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode masa emas perkembangan otak dan pertumbuhan fisik anak,” Ucap Plt. Sekda Bambang Sudaryono. Mengingat begitu besarnya tugas dan tanggung jawab dalam percepatan penurunan stunting di Kota Tebing Tinggi maka Plt. Sekda mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan percepatan penurunan dan pencegahan stunting. “Kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), mulai dari tingkat kota, kecamatan dan kelurahan dapat berkoordinasi, bersinergi dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen, dan terintegrasi di kota tebing tinggi,” tegas Plt. Sekda Bambang Sudaryono. Sementara itu, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Rosidah Rohna Berutu, SKM, M.Kes mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, dengan target penurunan yang signifikan, yaitu dari kondisi 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 14 persen pada tahun 2024. Ditambahkannya, berdasarkan studi status gizi Indonesia tahun 2021, angka stunting di Provinsi Sumatera Utara adalah 25,8 persen. Hal ini berarti, setiap ada 4 orang anak, terdapat 1 orang anak yang stunting. Angka stunting tertinggi berada di Kabupaten Mandailing Natal dengan angka stunting sebesar 47,7 persen dan angka stunting yang terendah berada di Kabupaten Deli Serdang dengan angka stunting sebesar 12,5 persen dan Kota Tebing Tinggi sebesar 17,3 persen. Lebih lanjut, Rosidah mengatakan bahwa Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting telah menjadi dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka substansi, intervensi, pendanaan, serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting Pemerintah juga telah mengukuhkan 5 pilar utama yang sangat penting dalam percepatan penurunan stunting, yaitu komitmen politik dan kepemimpinan nasional dan daerah, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, konvergensi program pusat, daerah dan masyarakat, ketahanan pangan dan gizi, dan monitoring dan evaluasi. Diakhir, Rosidah berharap melalui kegiatan ini kiranya dapat melakukan hal-hal untuk menurunkan prevalensi stunting. “melalui kegiatan ini nantinya kita dapat saling berbagi pengetahuan dan berdiskusi tentang hal-hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting melalui promosi dan kie pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan,” tutupnya. Hadir dalam kegiatan, Ketua TP PKK Tebing Tinggi Ny. Harliaminda Dimiyathi, Danramil 13/TT Kapten Inf Budiono, Kemenag Tagor Mulia, S.Sos I, dan Perwakilan para OPD.